Daftar Perlengkapan Standart Mendaki Gunung

Dalam sebuah perjalanan pendakian ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh seorang pendaki gunung. Beberapa diantaranya adalah tentang manajemen perjalanan, persiapan fisik dan mental sebelum pendakian, serta yang tak kalah penting adalah persiapan perlengkapan pendakian gunung. Dengan persiapan yang matang diharapkan perjalanan kita akan berjalan sesuai rencana dan terhindar dari bahaya.

Daftar Perlengkapan Standart Mendaki Gunung
Dalam artikel ini kita akan membahas beberapa peralatan dasar yang sebaiknya dibawa oleh seorang pendaki gunung saat hendak bertualang di alam bebas. Pada dasarnya peralatan mendaki gunung itu sendiri bersifat fleksible, dalam artian bisa saja harus dibawa dan bisa saja tidak harus dibawa tergantung kemana, berapa lama, dan siapa.
Peralatan Packing 
1. Tas Carrier/Ransel
Carrier sangatlah penting untuk seorang pendaki gunung. Pemilihan carrier yang tepat dapat membuat perjalanan kita semakin nyaman. Usahakan memilih carrier yang udah teruji kualitasnya (bermerk).
2. Tas Punggung (Daypack) (optional)
Boleh bawa boleh juga tidak. Jika masih memungkinkan sebaiknya Anda membawanya. Kegunaanya untuk summit attack. Untuk medan summit attack yang berat seperti di Gunung Semeru atau Gunung Slamet, membawa daypack sangat disarankan.
3. Kantong Plastik
Fungsinya untuk menjaga barang bawaan kita agar tidak basah terkena air. Kan udah ada carrier yang notabene ada lapisan tahan airnya? Pada kenyataannya hal itu tetap saja tidak membantu.
4.  Tas Kamera (optional)
Pakaian
1. Jaket Gunung
Fungsinya pasti sudah pada tahu, untuk melindungi tubuh kita dari hawa dingin.
2. Baju Ganti
Bawa saja secukupnya. Hal ini untuk berjaga-jaga jika baju yang kita pakai basah atau kotor. Baju ganti disini sudah termasuk baju(kaos), celana, dan pakaian dalam.
3. Jas Hujan
Cuaca di gunung sangat tidak menentu kawan, apalagi setelah terjadi global worming seperti saat ini. Hujan bisa turun kapan saja meskipun pada saat musim kemarau. Membawa jas hujan menurut saya adalah sebuah keputusan yang tepat.
4. Topi, Sarung Tangan, Bandana
Topi bisa berguna untuk melindungi kepala dari terik matahari, sengatan serangga, dan meminimalisir kepala kita terbentur pohon/ranting.  Sarung tangan berguna untuk menahan dingin dan bandana berguna untuk menyaring udara yang kita hirup.

Perlengkapan Kaki

1. Sepatu
Fungsinya pasti sudah pada tahu, untuk melindungi kaki dari duri, kerikil tajam, gigitan ular dn mencegah dari hawa dingin. Gunakan sepatu yang dirancang khusus untuk mendaki gunung.
2. Sandal
3. Kaos Kaki (cadangan)

Perlengkapan Camping

1. Tenda
Usahakan membawa tenda yang sanggup menampung seluruh anggota team, jangan sampai lebih apalagi kurang. Jika kapasitas tenda terlalu besar pastinya berat tenda juga akan semakin bertambah.
2. Sleeping Bag
Selain jaket, sleeping bag akan menjadi peralatan andalan untuk mengusir hawa dingin yang menyerang tubuh kita.
3. Matras
3. Peralatan Masak
Peralatan masak terdiri dari kompor dan bahan bakar, nesting, wadah air, dsb. Harap diperhatikan, jika memungkinkan bawalah alternatif dari alat masak yang Anda bawa. Jika anda memilih kompor gas portable, saya sarankan Anda juga membawa parafin atau bahan bakar lainnya. Jika sewaktu-waktu kompor yang kita bawa rusak kita tidak perlu khawatir karena kita sudah punya penggantinya.
4. Peralatan Makan
Piring, sendok, gelas, dan lain sebagainya.
5. Logistik (PENTING)
Usahakan kita membawa logistik yang cukup dan jika perlu bawa lebih. Kita pasti tidak ingin mendaki gunung dalam keadaan perut keroncongan bukan? Apa aja yang musti dibawa? Sebagai gambaran saya biasa membawa beras, mie instan, tempe yang sudah siap saji, jelly, roti, susu, teh, kopi, dsb. Semua yang  saya sebutkan di atas adalah menu dari seorang pendaki ngirit seperti saya ini, jika Anda punya dana lebih, silakan bawa logistik yang lebih bergizi dari yang saya contohkan di atas.

Perlengkapan Lain

1. Headlamp atau Senter, beserta baterai cadangan
2. Survival Kit
3. Obat-obatan
3. Tissu Toilet
4. Lilin
5. Korek Api
6. Pisau Lipat Serbaguna

Semoga membantu bagi Anda yang masih bingung dan bertanya-tanya kalau ke gunung bawa apa aja. Daftar di atas akan saya update setiap saat. Jika dirasa ada yang perlu ditambahkan, silakan gunakan form komentar di bawah ini. Terima Kasih

Apa Itu Waterproof Breathable

Berawal dari diskusi teman tentang lebih baik mana gore-tex dengan eVent? (yg kemudian baru saya tau bahwa banyak sekali tipe model semacam gore-tex dengan nama lain, tidak hanya melulu tentang goretex,eVent,omnitech,texapore). maka mulailah saya cari tau tentang gore-tex, apa sih gore-tex? apa sih hyvent? apa sih texapore? ketika saya mencari cari tentang hal itu, mereka (texapore,goretex,hyvent) sering sekali menyebut waterproof dan breathability. wew apa maksudnya waterproof? breathability?, oh ternyata waterproof adalah tahan air, lalu apa yg dimaksud breathability? bernafas atau kemampuan untuk bernafas. oke, saya mulai ada gambaran, jadi mereka (texapore,gore-tex,hyvent) menjual produk berupa kain yg tahan air dan mampu bernafas.

wow, tahan air? apa yg menarik dari kain tahan air sehingga menjadi bahan perdebatan sepanjang masa? mungkin sampai akhir zaman malah? (lebay) bukankah kita sudah memiliki jas hujan? raincoat, yap! raincoat yg banyak dijual di pinggir jalan. lalu apa yg membuat mereka lebih superior daripada raincoat itu sendiri?di sini akan saya coba deskripsikan secara sederhana tentang pembagian kain waterproof itu sendiri.

  1. waterproof breathable
    waterproof breathabilty (diukur dengan g/m2/24 hours) memungkinkan udara lembab bisa keluar dari bahan/kain, sehingga dengan begitu bisa meminimalisir gerah (sumuk) hal ini sangat berguna bagi yg memiliki aktifitas tinggi, mendaki gunung, berspeda.

    Spoilerfor waterproof dan breathable bekerja:

    dari gambar diatas terlihat bahwa kain yg berbahan waterproof dan breathable memiliki 3 pelapis, pelapis tersebut diberi nama lining (lapis paling bawah yg dekat dengan kulit), waterproof membran (lapisan inilah yg menghasilkan apa yg disebut waterproof breathable), dan outer material (kain yg berasal dari brand yg bersangkutan), di dalam gambar itu juga dijelaskan bagaimana udara lembab yg terdapat di bawah lapisan paling dalam (lining) mampu dilepaskan atau keluar dari kain tersebut sehingga potensi untuk berkeringat bisa diminimalisir. sedangkan gangguan dari luar yaitu berupa air tidak dapat masuk/menembus kain tersebut, dalam gambar tersebut juga disebutkan bahwa DWR (Durrable Water Repellent) memiliki pengaruh sehingga air yg menempel di kain yg palin luar menjadi seperti air yg berada di daun talas, seperti butiran, atau embun yg menempel di daun. oleh karena itu kain ini sangat cocok bagi teman teman yang melakukan aktifitas diluar ruangan ketika mengalami cuaca kurang bersahabat seperti gerimis dan juga hujan.

  2. waterproof non-breathable
    waterproof non breathable adalah tipe kain yg biasa digunakan untuk kegiatan yg intensitasny rendah, misalkan dipakai waktu menggunakan sepeda motor, contohnya seperti jas hujan, ponco, atau mungkin flysheeet, karena non breathable, maka uap yang dihasilkan oleh tubuh terjebak di dalam kain ini (tidak bisa keluar), sehingga akan merasa lebih panas dan menghasilkan keringat, oleh karena itu kain yg sifatnya waterproof non breathable tidak cocok digunakan untuk kegiatan alam bebas yg membutuhkan intensitas gerak tubuh cukup tinggi. gak kebayang kan kalo kita melakukan aktifitas berat dan panas tubuh tidak bisa keluar dari tubuh? gerah..

saya disini mencoba menguliti seperti apa sesungguhnya waterproof breathable tersebut, tentunya melalui sudut pandang saya, sudut pandang yang terbentuk ketika saya banyak berdiskusi dengan google, yg sangat mungkin kerangka berpikir saya yg sangat lemah ini mendapatkan masukan membangun dari teman teman OANC sekalian, dan demi lebih baiknya thread ini, serta lebih baiknya pemahaman saya pada khusunya.

A. Sejarah Waterproof Breathable
waterproof breathable mulai naik daun pada tahun 1978 ketika diciptakannya pakaian luar dengan teknik laminasi yg diperkenalkan oleh Gore-tex, dan sejak itu banyak waterproof breathable lainnya bermunculan seperti eVent, Sympatex, MemBrain Strata, dan yang lainnya. beberapa orang mungkin mengaggap bahwa waterproof breathable adalah Gore-tex meskipun sesungguhnya waterproof breathable tersebut tidak serta merta bermerk Gore-tex, seperti ketika seseorang menyebut air mineral berkemasan dengan sebutan a*ua padahal merknya clu*.

B. Fungsi Waterproof Breathable
waterproof breathable memiliki 2 fungsi yaitu :

  1. menolak pengendapan yg disebabkan oleh gangguan dari luar seperti air hujan, salju, sehingga membuat sang pemakai dan pakaian dalamnya tetap kering.
  2. memberikan jalan keluar bagi uap tubuh (yg jika didiamkan akan menjadi keringat) serta menjaga suhu tubuh agar tetap nyaman dalam beraktifitas ketika hujan.

C. Kontruksi Waterproof Breathable
Kontruksi pada waterproof breathable dibagi menjadi dua, yaitu kontruksi dalam dan kontruksi luar, kenapa dibagi menjadi luar dan dalam? karena waterproof breathable ini terletak di bawah (dalam) kain standar dari pabrik (katakanlah jaket), dan di atas kain (luar).

  1. Lapisan dalam
    Teknologi lapisan dalam pada waterproof dibagi menjadi dua, teknologi laminasi dan teknologi coating, pada bagian jaket dapat menggunakan salah satu dari dua teknologi ini agar jaket menjadi waterproof breathable. adapun penjelasan dari teknologi laminasi dan teknologi coating adalah :

    • Laminasi
      laminasi terjadi ketika membran waterproof breathable seakan akan terikat (menjadi satu) dengan kain jaket, membran waterproof tersebut seperti wallpaper yg ditempelkan pada dinding dan menjadi satu, wallpaper dan dinding yang menjadi satu ini disebut laminasi
      contoh waterproof breathable yang menggunakan teknologi laminasi : Gore-Tex, eVent, MemBrain Strata (Marmot), Conduit (Mountain Hardwear)

      Spoilerfor contoh jaket yang menggunakan teknologi laminasi:
    • Coating
      Coating terjadi ketika komposisi cair disebarkan pada kain jaket, seperti mengaplikasikan cat yg tahan air kepada sebuah dinding atau tembok.
      contoh waterproof breathable yang menggunakan teknologi coating : hyvent

      Spoilerfor contoh jaket yang menggunakan teknologi coating:

    jadi yg membedakan laminasi dengan coating adalah jika laminasi menggunakan membran, dan jika coating menggunakan cairan (yg disapukan pada kain jaket) adapun membran dan cairan ini sifatnya waterproof breathable

  2. Lapisan luar
    Pada semua jaket yang waterproof breathable, permukaan kain jaket yg berasal dari brand jaket tersebut mendapatkan sentuhan DWR (Durrable Water Repellant), DWR sendiri adalah lapisan yg ditambahkan pada bagian luar kain sehingga ketika kain (jaket) terkena air, air tersebut tidak mengendap di jaket, ilustrasi seperti gambar di bawah ini

    Spoilerfor hasil dari DWR:

pada dasarnya DWR tidak akan mempengaruhi lapisan yg ada di dalam kain jaket (baik laminasi ataupun coating), tujuan DWR adalah agar kain tidak mudah jenuh karena mengendap pada kain, sehingga air yg terkena DWR akan seperti butiran butiran pada permukaan kain, DWR tidak mempengaruhi breathability pada jaket.
faktor seringnya jaket dipakai di lapangan, terkena kotoran, dan seringnya pencucian akan menyebabkan kurang optimalnya fungsi DWR tersebut untuk melindungi permukaan jaket. agar DWR dapat selalu bekerja dengan optimal, maka diperlukan perawatan, perawatan tersebut dengan cara memperbahurui kondisi DWR itu sendiri, caranya bisa melalui teknik spray ataupun teknik cuci, tapi yg populer sekarang adalah teknik spray karena ringkasnya perawatan, adapun merk2 spray yg digunakan u/ memperbahurui ataupun merawat DWR adalah seperti : nikwax, grangers, mcnett.

Spoilerfor tes produk DWR:

gambar diatas nunjukin report dari goretex xcr yg telah dilapisi produk DWR teknik spray maupun teknik cuci. adapun sampel yang telah mendapat sentuhan dengan berbagai merk itu kemudian dicuci dengan mesin cuci sampai dengan 10x. yg bertuliskan 50,65,70…[dst] garis vertikal menunjukkan seberapa tinggi pencapain nilai produk yg disebutkan dalam garis horizontal.

tips memilih jaket untuk kegiatan di alam terbuka

Jaket outdoor sekarang ini memiliki model, desain, dan bahan yang beragam. Merk lokal dan luar pun semakin meramaikan pasar. Sebelum membeli, ada baiknya Anda memiliki pengetahuan mengenai alat ini. Beraktivitas di alam bebas mengundang bahaya, karena itu, Anda harus mempersiapkan alat yang tepat dan mumpuni. Jangan sampai karena cuma mengejar “gaya”, tetapi pakaian Anda menjadi percuma karena tidak mampu melindungi Anda selama berpetualang.

www.belantaraindonesia.org

Sesuaikan ukuran, model, dan bahan
Jaket yang baik harus bisa menutup tubuh bagian atas. Lubang dari lengan ataupun leher sebaiknya menutup sempurna untuk mencegah hawa dingin masuk. Selain itu, kenyamanan dalam bergerak harus diperhatikan. Pilihlah jaket dengan ukuran yang pas, tidak ketat dengan badan. Jangan pula terlalu besar, karena akan memakan space besar saat disimpan dalam tas.

Untuk model, pilihlah yang memiliki kerah tinggi dan topi. Kerah berfungsi melindungi leher, dan topi mampu menghangatkan bagian kepala.

Berbagai macam bahan tersedia di pasaran. Biasanya berfungsi wind – braker atau water – proof. Bahan water – proof lebih disukai karena lebih tahan air. Namun, bila hujan besar, air dapat masuk dari sela – sela jaket ataupun merembes.

Anda bisa melakukan tes dengan mengucek sedikit jaket yang akan dibeli. Bahan anti air, seperti taslan dan gore – tex, biasanya akan terasa licin dan kaku. Bila ingin memastikan kualitas, Anda dapat meniup salah satu bagian kain. Bila terasa mampat, dapat dipastikan bahan ini anti air.


Warna terang v.s. gelap
Beberapa pendaki menyukai warna terang, dengan alasan untuk lebih mudah dikenali. Warna terang juga lebih memantulkan cahaya daripada gelap yang bersifat menyerap. Namun, ada pula yang kurang suka, karena warna terang dianggap lebih cepat terlihat kotor.

Kembali kepada keutamaan fungsi sebuah peralatan, yaitu menunjang keselamatan. Bila warna terang lebih menunjang keselamatan, kenapa harus lebih takut kepada kotor?

Sesuaikan dengan medan dan waktu penggunaan
Seperti apa medan yang akan Anda hadapi? Bila Anda pergi ke gunung dengan ketinggian 2.000  –  3.000 mdpl, gunakan jaket dengan bahan dalam polar untuk menghangatkan. Waktu penggunaannya pun sebaiknya saat tidur. Apabila dipakai untuk berjalan, keringat keluar berlebihan, sehingga tubuh akan merasa terlalu lelah.

Pada beberapa kasus, seperti summit attack ( pendakian ke puncak ) di Gunung Semeru atau Rinjani, pergerakan dilakukan sekitar pukul 02.00 pagi. Tentu saja jaket harus dipakai untuk menjaga suhu tubuh.

www.belantaraindonesia.org


Perhatikan detail
Detail utama yang diperhatikan ialah bagian kantong dan resleting. Terlalu banyak kantong malah membuat jaket kurang efektif. Perhatikan pula masalah fungsi. Kantong di bagian samping perut, selain untuk menyimpan barang, bisa pula digunakan untuk menghangatkan telapak tangan.

Reseleting yang baik memiliki lapisan tahan air. Bila tidak, minimal resleting di bagian depan memiliki lapisan penutup lagi. Lapisan ini berfungsi mencegah angin masuk. Beberapa jaket memiliki resleting di bagian ketiak, agar tetap sejuk selama dipakai. Model ini bisa menjadi pilihan.

Lihat merk
Pilihlah merk yang sudah Anda kenal, atau Anda sudah memiliki referensi mengenai merk tersebut. Merk luar yang terkenal seperti Jack Wolfskin, Heads, Timberland, dll. Beberapa merk ada pula yang mencantumkan logo gore-tex.

Untuk merk lokal, beberapa yang bagus diantaranya Eiger, Consina, Avtech, dan DMM. Terkadang, ada pula merk yang kurang dikenal, tapi memiliki bahan yang bagus. Anda bisa menilai dari resletingnya. Bila tercantum merk jaket yang sama, berarti jaket terbilang bagus. Karena, tidak sembarang perusahaan bisa membuat logo di resleting. Bila tidak memakai merk sendiri, pilihlah jaket dengan merk resleting YKK, yang sudah terjamin kualitasnya

jaket softshell

Kebanyakan aktivis outdoor seperti penjelajah alam mengenakan jaket tipe tahan air dengan lapisan insulasi yang terdiri dari lapisan dasar dan jaket berbahan fleece/bulu seperti sweater. Penggunaan jaket tipe ini dapat menjaga badan tetap hangat, sementara mampu menahan terpaan air hujan. Tetapi masalah utama tipe ini tidak dapat  mengontrol kondensasi secara sempurna dan bila hal ini didiamkan lama kelamaan jaket bisa menjadi kaku dan tidak nyaman. Hal ini banyak membuat para aktivis outdoor frustrasi dan menuntut adanya perubahan ke produsen alat-alat outdoor untuk mencari solusi yang terbaik. Dan solusi jitu yang ditawarkan adalah jaket softshell, lebih nyaman digunakan, pori kain yang lebih bisa “bernapas” (breathable) dibanding tipe jaket tahan air biasa dan yang pasti lebih tahan angin (windproof).

Istilah softshell banyak digunakan untuk menggambarkan jenis bahan outdoor yang lebih bernapas (breathable), fleksibel, dan nyaman daripada bahan Gore-Tex yang cenderung lebih kaku seperti pada celana dan jaket yang biasa disebut Hardshell yang telah mendominasi pasar outdoor selama bertahun-tahun hingga sekarang. Softshell menggabungkan banyak manfaat hardshell, tahan air dengan bahan yang lebih nyaman seperti fleece.

Hard shells adalah bahan yang dilaminasi dgn bahan tambahan seperti Gore-Tex yang sering diterapkan pada jaket dan celana outdoor. Bahan Gore-Tex hingga sekarang masih ngetren di kalangan outdoor karena sifatnya yang tak tertandingi seperti tahan air yang kuat, dan  “bernafas” alias breathable yang berarti memungkinkan keringat Anda dapat keluar dari lapisan bahan sementara diwaktu yang sama mampu menahan air dari hujan ataupun salju. Namun itupun belum cukup.

Masalah yang sering ditemui oleh aktivis outdoor adalah bahwa ketika Anda berada di luar, baik dalam cuaca yang basah, dingin, berangin, ataupun panas, adanya cairan lembab yang masih terjebak bila menggunakan jaket dan celana Hardshell karena kurang maksimalnya sifat bahan anti air-nya. Ketika anda berhenti untuk istirahat akan merasakan rasa lengket pada kulit yang terasa hingga ke tulang.

Tipe bahan softshell terdiri dari banyak jenis termasuk diantaranya lightweight windshirts, windproof fleece dengan DWR (durable water-repellent), insulated jackets dengan dobel proteksi, jaket tahan air berbahan lembut (soft-feel waterproof jackets). Bahan softshell kini banyak digemari oleh aktivis outdoor seperti pendaki karna memliki ketahanan bahan dibanding bahan waterproof ataupun fleece pada jaket tahan air biasa. Terlepas dari jenis softshell yang beredar, yang jelas bahan softshell lebih tahan air dibanding bahan fleece, dan lebih “breathable” dibanding bahan waterproof hard shell. Softshell biasanya memiliki ketahanan tinggi terhadap angin dan lebih hangat dibanding bahan waterproof yang juga memiliki desain anti angin namun tidak sehangat kalau menggunakan bahan fleece yang sayangnya bahan ini tidak begitu kuat menahan terpaan air hujan. Nah bahan softshell mengisi kekosongan yang tidak dapat dipenuhi oleh bahan waterproof dan fleece.

Softshell pada umumnya secara desain cocok untuk digunakan pada kegiatan pendakian dan sejenisnya. Bahan ini cocok di cuaca dingin berangin dan hujan. Lebih nyaman dibanding jaket waterproof. Namun disarankan untuk hujan yang sangat lebat, dapat ditambah jaket tambahan di dalam karna kemungkinan air dapat menembusnya.

Kesimpulannya jaket softshell sangat cocok digunakan berpergian di suhu yang kering atau dingin dengan cuaca hujan yang normal. Juga cocok digunakan dalam aktivitas outdoor seperti mendaki dan ski. Tapi sekali lagi jangan digunakan ketika cuaca hujan yang lebat.

sumber :
www,backcountry.com

memilih jaket gunung

Jaket outdoor atau yang lebih kita kenal dengan sebutan jaket gunung atau rain coat sekarang ini memiliki model, desain, dan bahan yang beragam. Merk lokal dan luar pun semakin meramaikan pasar. Sebelum membeli, ada baiknya Anda memiliki pengetahuan mengenai alat ini.
Saat beraktivitas di alam bebas mengundang bahaya, karena itu, Anda harus mempersiapkan alat yang tepat dan mumpuni. Jangan sampai karena cuma mengejar “gaya”, tetapi perlengkapan Anda menjadi percuma karena tidak mampu melindungi Anda selama berpetualang. Dan berikut ini beberapa tips dalam memilih jaket outdoor.

Sesuaikan ukuran, model, dan bahan 
 
Jaket yang baik harus bisa menutup tubuh bagian atas. Lubang dari lengan ataupun leher sebaiknya menutup sempurna untuk mencegah hawa dingin masuk. Selain itu, kenyamanan dalam bergerak harus diperhatikan. Pilihlah jaket dengan ukuran yang pas, tidak terasa ketat dengan badan. Jangan pula terlalu besar, karena akan menyita space besar saat disimpan dalam tas.
Untuk model, pilihlah yang memiliki kerah tinggi dan topi. Kerah berfungsi melindungi leher, dan topi mampu menghangatkan bagian kepala.
Berbagai macam bahan tersedia di pasaran. Biasanya berfungsi wind-braker atau water-proof. Bahan waterproof lebih disukai karena lebih kedap air. Namun, bila hujan deras, air dapat masuk dari sela – sela jaket ataupun merembes.
Anda bisa melakukan tes dengan mengucek sedikit jaket yang akan dibeli. Bahan kedap air, seperti taslan dan gore-tex, biasanya akan terasa licin dan kaku. Bila ingin memastikan kualitas, Anda dapat meniup salah satu bagian kain. Bila terasa mampat, dapat dipastikan bahan ini kedap air.
Warna terang v.s. gelap
 
Beberapa pendaki menyukai warna terang, dengan alasan untuk lebih mudah dikenali. Warna terang juga lebih memantulkan cahaya daripada gelap yang bersifat menyerap. Namun, ada pula yang kurang suka, karena warna terang dianggap lebih cepat terlihat kotor.
Kembali kepada keutamaan fungsi sebuah peralatan, yaitu menunjang keselamatan. Bila warna terang lebih menunjang keselamatan, kenapa harus lebih takut kepada kotor?
 
Sesuaikan dengan medan dan waktu penggunaan
Seperti apa medan yang akan Anda hadapi? Bila Anda pergi ke gunung dengan ketinggian 2.000 – 3.000 mdpl, gunakan jaket dengan bahan dalam polar untuk menjaga suhu tubuh dan menghangatkan. Waktu penggunaannya pun sebaiknya saat tidur. Apabila dipakai untuk berjalan, keringat keluar berlebihan, sehingga tubuh akan merasa terlalu lelah.
Pada beberapa kasus, seperti summit attack (pendakian ke puncak) di Gunung Semeru atau Rinjani, pergerakan dilakukan sekitar pukul 02.00 pagi. Tentu saja jaket harus dipakai untuk menjaga suhu tubuh.
Perhatikan detail
Detail utama yang diperhatikan ialah bagian kantong dan resleting. Terlalu banyak kantong malah membuat jaket kurang efektif. Perhatikan pula masalah fungsi. Kantong di bagian samping perut, selain untuk menyimpan barang, bisa pula digunakan untuk menghangatkan telapak tangan.
Reseleting yang baik memiliki lapisan tahan air. Bila tidak, minimal resleting di bagian depan memiliki lapisan penutup lagi. Lapisan ini berfungsi mencegah angin masuk. Beberapa jaket memiliki resleting di bagian ketiak, agar tetap sejuk selama dipakai. Model ini bisa menjadi pilihan.
Lihat merk
Pilihlah merk yang sudah Anda kenal, atau Anda sudah memiliki referensi mengenai merk tersebut. Merk luar yang terkenal seperti Jack Wolfskin, Heads, Timberland, dll. Beberapa merk ada pula yang mencantumkan logo gore-tex. Untuk merk lokal, beberapa yang bagus diantaranya Eiger, Consina, Avtech, dan DMM.
Terkadang, ada pula merk yang kurang dikenal, tapi memiliki bahan yang bagus. Anda bisa menilai dari resletingnya. Bila tercantum merk jaket yang sama, berarti jaket terbilang bagus. Karena, tidak sembarang perusahaan bisa membuat logo di resleting. Bila tidak memakai merk sendiri, pilihan jaket dengan merk resleting YKK, yang sudah terjamin kualitasnya.

ciri ciri jaket motor yang bagus

Jaket Motor merupakan jaket yang diperuntukkan oleh pengendara sepeda motor, yang memenuhi standar keamanan dan kenyamanan pada saat berkendara. Jaket motor yang baik dilengkapi oleh pelindung pada bagian punggung, dada, pundak, sikut dan lengan. Jaket motor yang memenuhi syarat sebaiknya terbuat dari kulit (leather) atau dapat berupa campuran bahan sintetik yang kuat yang setara dengan kulit misalnya cordura, calf, dinnir atau oscar yang bertekstur tebal.
Pelindung dalam dan luar jaket motor dapat berupa softpad (bisa terbuat dari busa foam atau rubber) dan hardpad (yang dapat berupa plastik poliester yang berkarakteristik kuat), bahkan akhir-akhir ini dapat dijumpai produk jaket motor produksi luar negeri yang mempunyai pelindung berupa “armor” yang terbuat dari plat metal alloy yang ringan dan tipis, tetapi mampu menahan beban dan benturan yang keras sekalipun.
Walaupun mungkin terkesan merepotkan bagi sebagian orang, penggunaan jaket motor, helm, sarung tangan dan sepatu safety pada saat berkendara, sangat dianjurkan untuk memenuhi faktor keselamatan pengendara di jalan raya. karena penggunaan jaket motor, sarung tangan, helm dan sepatu safety dapat meminimalisir dampak kecelakaan yang suatu saat dapat terjadi kapan saja, pada pengendara sepeda motor.

Model Jaket motor yang bererdar di indonesia banyak jenis dan macamnya, hanya Distro Jaket Motor online store lah yang menjual jaket motor dengan standar kualitas tinggi dan telah melalui proses quality control, sehingga menjamin jaket touring yang anda dapat benar benar berfungsi secara baik.

Dapatkan berbagai macam pilihan jaket motor di distro jaket motor, yang sesuai dengan selera anda dan tentu saja memenuhi standar keamanan yang ketat. Segera hubungi customer service kami. Terima Kasih…

definisi jaket waterproof

apakah yang dimaksud jaket waterproof?

Berawal dari diskusi teman tentang lebih baik mana gore-tex dengan eVent? (yg kemudian baru saya tau bahwa banyak sekali tipe model semacam gore-tex dengan nama lain, tidak hanya melulu tentang goretex,eVent,omnitech,texapore). maka mulailah saya cari tau tentang gore-tex, apa sih gore-tex? apa sih hyvent? apa sih texapore? ketika saya mencari cari tentang hal itu, mereka (texapore,goretex,hyvent) sering sekali menyebut waterproof dan breathability. wew apa maksudnya waterproof? breathability?, oh ternyata waterproof adalah tahan air, lalu apa yg dimaksud breathability? bernafas atau kemampuan untuk bernafas. oke, saya mulai ada gambaran, jadi mereka (texapore,gore-tex,hyvent) menjual produk berupa kain yg tahan air dan mampu bernafas.

wow, tahan air? apa yg menarik dari kain tahan air sehingga menjadi bahan perdebatan sepanjang masa? mungkin sampai akhir zaman malah? (lebay) bukankah kita sudah memiliki jas hujan? raincoat, yap! raincoat yg banyak dijual di pinggir jalan. lalu apa yg membuat mereka lebih superior daripada raincoat itu sendiri?di sini akan saya coba deskripsikan secara sederhana tentang pembagian kain waterproof itu sendiri.

  1. waterproof breathable
    waterproof breathabilty (diukur dengan g/m2/24 hours) memungkinkan udara lembab bisa keluar dari bahan/kain, sehingga dengan begitu bisa meminimalisir gerah (sumuk) hal ini sangat berguna bagi yg memiliki aktifitas tinggi, mendaki gunung, berspeda.

    Spoiler for waterproof dan breathable bekerja

    dari gambar diatas terlihat bahwa kain yg berbahan waterproof dan breathable memiliki 3 pelapis, pelapis tersebut diberi nama lining (lapis paling bawah yg dekat dengan kulit), waterproof membran (lapisan inilah yg menghasilkan apa yg disebut waterproof breathable), dan outer material (kain yg berasal dari brand yg bersangkutan), di dalam gambar itu juga dijelaskan bagaimana udara lembab yg terdapat di bawah lapisan paling dalam (lining) mampu dilepaskan atau keluar dari kain tersebut sehingga potensi untuk berkeringat bisa diminimalisir. sedangkan gangguan dari luar yaitu berupa air tidak dapat masuk/menembus kain tersebut, dalam gambar tersebut juga disebutkan bahwa DWR (Durrable Water Repellent) memiliki pengaruh sehingga air yg menempel di kain yg palin luar menjadi seperti air yg berada di daun talas, seperti butiran, atau embun yg menempel di daun. oleh karena itu kain ini sangat cocok bagi teman teman yang melakukan aktifitas diluar ruangan ketika mengalami cuaca kurang bersahabat seperti gerimis dan juga hujan.

  2. waterproof non-breathable
    waterproof non breathable adalah tipe kain yg biasa digunakan untuk kegiatan yg intensitasny rendah, misalkan dipakai waktu menggunakan sepeda motor, contohnya seperti jas hujan, ponco, atau mungkin flysheeet, karena non breathable, maka uap yang dihasilkan oleh tubuh terjebak di dalam kain ini (tidak bisa keluar), sehingga akan merasa lebih panas dan menghasilkan keringat, oleh karena itu kain yg sifatnya waterproof non breathable tidak cocok digunakan untuk kegiatan alam bebas yg membutuhkan intensitas gerak tubuh cukup tinggi. gak kebayang kan kalo kita melakukan aktifitas berat dan panas tubuh tidak bisa keluar dari tubuh? gerah..

saya disini mencoba menguliti seperti apa sesungguhnya waterproof breathable tersebut, tentunya melalui sudut pandang saya, sudut pandang yang terbentuk ketika saya banyak berdiskusi dengan google, yg sangat mungkin kerangka berpikir saya yg sangat lemah ini mendapatkan masukan membangun dari teman teman OANC sekalian, dan demi lebih baiknya thread ini, serta lebih baiknya pemahaman saya pada khusunya.

A. Sejarah Waterproof Breathable
waterproof breathable mulai naik daun pada tahun 1978 ketika diciptakannya pakaian luar dengan teknik laminasi yg diperkenalkan oleh Gore-tex, dan sejak itu banyak waterproof breathable lainnya bermunculan seperti eVent, Sympatex, MemBrain Strata, dan yang lainnya. beberapa orang mungkin mengaggap bahwa waterproof breathable adalah Gore-tex meskipun sesungguhnya waterproof breathable tersebut tidak serta merta bermerk Gore-tex, seperti ketika seseorang menyebut air mineral berkemasan dengan sebutan a*ua padahal merknya clu*.

B. Fungsi Waterproof Breathable
waterproof breathable memiliki 2 fungsi yaitu :

  1. menolak pengendapan yg disebabkan oleh gangguan dari luar seperti air hujan, salju, sehingga membuat sang pemakai dan pakaian dalamnya tetap kering.
  2. memberikan jalan keluar bagi uap tubuh (yg jika didiamkan akan menjadi keringat) serta menjaga suhu tubuh agar tetap nyaman dalam beraktifitas ketika hujan.

C. Kontruksi Waterproof Breathable
Kontruksi pada waterproof breathable dibagi menjadi dua, yaitu kontruksi dalam dan kontruksi luar, kenapa dibagi menjadi luar dan dalam? karena waterproof breathable ini terletak di bawah (dalam) kain standar dari pabrik (katakanlah jaket), dan di atas kain (luar).

  1. Lapisan dalam
    Teknologi lapisan dalam pada waterproof dibagi menjadi dua, teknologi laminasi dan teknologi coating, pada bagian jaket dapat menggunakan salah satu dari dua teknologi ini agar jaket menjadi waterproof breathable. adapun penjelasan dari teknologi laminasi dan teknologi coating adalah :

    • Laminasi
      laminasi terjadi ketika membran waterproof breathable seakan akan terikat (menjadi satu) dengan kain jaket, membran waterproof tersebut seperti wallpaper yg ditempelkan pada dinding dan menjadi satu, wallpaper dan dinding yang menjadi satu ini disebut laminasi
      contoh waterproof breathable yang menggunakan teknologi laminasi : Gore-Tex, eVent, MemBrain Strata (Marmot), Conduit (Mountain Hardwear)

      Spoiler for contoh jaket yang menggunakan teknologi laminasi

      tampak foto kiri: TNF Modulus Jacket, material gore-tex pro shell . foto kanan : Vaude Alpinist stretch jacket, material eVent.
      sumber: http://www.eventpabrics.com
    • Coating
      Coating terjadi ketika komposisi cair disebarkan pada kain jaket, seperti mengaplikasikan cat yg tahan air kepada sebuah dinding atau tembok.
      contoh waterproof breathable yang menggunakan teknologi coating : hyvent

      Spoiler for contoh jaket yang menggunakan teknologi coating

      TNF boys’ nimbostratus triclimate® jacket, material hyvent
      sumber: http://www.thenorthface.com

    jadi yg membedakan laminasi dengan coating adalah jika laminasi menggunakan membran, dan jika coating menggunakan cairan (yg disapukan pada kain jaket) adapun membran dan cairan ini sifatnya waterproof breathable

  2. Lapisan luar
    Pada semua jaket yang waterproof breathable, permukaan kain jaket yg berasal dari brand jaket tersebut mendapatkan sentuhan DWR (Durrable Water Repellant), DWR sendiri adalah lapisan yg ditambahkan pada bagian luar kain sehingga ketika kain (jaket) terkena air, air tersebut tidak mengendap di jaket, ilustrasi seperti gambar di bawah ini

    Spoiler for hasil dari DWR

    bagai air di daun talas
    sumber gambar : http://www.wikipedia.com

pada dasarnya DWR tidak akan mempengaruhi lapisan yg ada di dalam kain jaket (baik laminasi ataupun coating), tujuan DWR adalah agar kain tidak mudah jenuh karena mengendap pada kain, sehingga air yg terkena DWR akan seperti butiran butiran pada permukaan kain, DWR tidak mempengaruhi breathability pada jaket.
faktor seringnya jaket dipakai di lapangan, terkena kotoran, dan seringnya pencucian akan menyebabkan kurang optimalnya fungsi DWR tersebut untuk melindungi permukaan jaket. agar DWR dapat selalu bekerja dengan optimal, maka diperlukan perawatan, perawatan tersebut dengan cara memperbahurui kondisi DWR itu sendiri, caranya bisa melalui teknik spray ataupun teknik cuci, tapi yg populer sekarang adalah teknik spray karena ringkasnya perawatan, adapun merk2 spray yg digunakan u/ memperbahurui ataupun merawat DWR adalah seperti : nikwax, grangers, mcnett.

Spoiler for tes produk DWR

gambar diatas nunjukin report dari goretex xcr yg telah dilapisi produk DWR teknik spray maupun teknik cuci. adapun sampel yang telah mendapat sentuhan dengan berbagai merk itu kemudian dicuci dengan mesin cuci sampai dengan 10x. yg bertuliskan 50,65,70…[dst] garis vertikal menunjukkan seberapa tinggi pencapain nilai produk yg disebutkan dalam garis horizontal.